Minggu, 06 Mei 2012

10 Pemain Muda Terbaik Manchester United


  Manchester United F.C. adalah sebuah klub sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester, memang menjadi salah satu tim papan atas di Britania Raya setelah sukses merebut 11 gelar Premier League, 4 gelar Piala FA, 3 gelar Piala Liga, 8 Community Shield, 2 gelar Liga Champions, 1 gelar Piala Winners, 1 Piala Interkontinental, 1 Piala FIFA Club World Cup dan 1 Super Cup dalam dua dasawarsa terakhir. 

    Dalam sejarahnya, Manchester United selalu mencetak pemain-pemain muda berkelas. Baca : 10 Pemain Terbaik Manchester United. Nama-nama legendaris melenggang penuh pesona di lapangan hijau stadion kebanggaan Old Trafford untuk menyajikan permainan menawan. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkan Manager Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson menjadi manager yang paling sukses menangani Manchester United menjadi tim yang besar. Siapa saja pemain muda tersebut, berikut ini 10 pemain muda terbaik sepanjang masa dari Manchester United: 


1. David Pegg 

     David Pegg adalah seorang pemain inggris dan salah satu dari delapan pemain MU yang kehilangan nyawanya dalam bencana udara Munich pada 6 februari 1958. Sebagai anak ajaib yang menjadi target team papan atas, ia mendatangani kontrak pertamanya bersama United pada saat meninggalkan sekolah di umur nya 14 tahun, dan debut pertamanya di tim Football League first division melawan Middlesbrough pada tanggal 6 Desember 1952 di umurnya 17 tahun.

    Ia menjadi pemain sayap kiri yang paling dihormati dan disegani oleh team-team lawan. Sebelum akhirnya sampai pada bulan-bulan terakhir bencana (ketika ia digantikan oleh Albert Scanlon) dan telah mengumpulkan dua medali kemenangan League Championship dalam dua musim sebelum bencana Munich terjadi. Ia juga menikmati reputasinya yang patut ditiru di Eropa, tim besar seperti Real Madrid pun sudah mempersiapkan bek baru yang khusus untuk menghadang bakatnya pada semifinal Leg pertama melawan United, Maret 1957. 


2. David Beckham 
    David Robert Joseph Beckham memulai karir sepakbolanya di akademi sepakbola milik Manchester United. Beckham mahir dalam umpan silang dan tendangan bebas melengkung membuatnya ia menjadi salah satu eksekutor terbaik tendangan bebas terbesar dalam sejarah. Di musim 1994-1995 David Beckham masuk ke skuad senior Manchester United, hal ini mendapat banyak kecaman karena pada saat itu usia David Beckham masih sangat muda. 

    Tapi di akhir musim, Beckham membuktikan pilihan pelatihnya Alex Ferguson tepat dengan memenangi Premiership dan FA Cup. Debut pertamanya bersama tim senior MU terjadi saat dia menjadi pemain pengganti di ajang Piala Liga saat melawan Brighton & Hove Albion. Pada tanggal 7 Desember 1994, Beckham membuat debutnya di Liga Champions dan berhasil mencetak 1 gol ketika melawan Galatasaray. Selama bersama United, ia ikut memenangkan 6 gelar juara Premier League, piala FA Cup 2 kali, Liga Champions 1999, Piala Interkonental dan Piala FA Youth. 


3. Arthur Albiston 
    Beberapa pemain telah mewakili Manchester United, Arthur merupakan pemain bek kiri Skotlandia yang dapat diandalkan atas konsistennya. Bagian terbaik dari satu dekade, Arthur Albiston adalah pemain inti The Reds dimana ia telah mengumpulkan tiga medali kemenangan FA Cup Winners, 14 kali bermain dengan timnas Skotlandia dan memiliki banyak penggemar. Albiston bergabung dengan klub Manchester sebagai trainee pada bulan Juli 1972, dan dua tahun kemudian ia menjadi pemain profesional. Membuat team pertama debutnya pada tanggal 9 Oktober 1974 di kemenangan pertandingan Piala Liga saat itu melawan Manchester City. Di Old Trafford di depan 55.000 penonton. Ia membuat 485 penampilan di umurnya 14 tahun, bermain di bek kiri , dan mencetak enam gol. Ia membantu klub memenangkan Piala FA pada 1977 , 1983 dan 1985. 

    Albiston meninggalkan United pada Agustus 1988 untuk West Bromwich Albion , dikelola oleh mantan bos Setan Merah Ron Atkinson , dengan status bebas transfer. Pada saat keberangkatannya dari Old Trafford ia adalah pemain terlama di skuad dan satu-satunya pemain yang tersisa dari masa kejayaan Tommy Docherty. 


4. Gary Neville 
    Ia bermain untuk Manchester United selama kariernya dan menjadi kapten tim selama lima tahun. Ia juga sering bermain untuk tim nasional Inggris.Gary Neville secara potensinya sudah mulai terlihat sejak muda untuk menjadi pesepakbola Profesional. Neville mengorbankan semua hal menyenangkan remajanya dalam rangka untuk menjadikannya sebagai pesepakbola, dengan menghabiskan seluruh karirnya bermain di Old Trafford, yang membuat ia menjadi salah satu orang yang loyal membela satu klub sepakbola. ia membuat debut internasionalnya pada tahun 1995 dan menjadi pilihan pertama untuk klub dan negara selama lebih dari sepuluh tahun. 

   Gary Neville adalah saudara dari pesepakbola Liga Premier dan kapten Everton Phil Neville, yang juga pemain Manchester United (dari tahun 1993 sampai 2005). Pada saat ia pensiun, ia merupakan pemain Manchester United terlama kedua yang membela tim tersebut, di belakang rekan setimnya Ryan Giggs. Neville pensiun pada 2011. Ia telah bermain 602 kali untuk Manchester United, dan 85 kali penampilannya di Timnas Inggris. 


5. Norman Whiteside 
   Whiteside menjadi pemain United termuda sejak Duncan Edwards ketika ia melakukan debut pertamanya sebagai penyerang pada musim 1981-82. Debutnya terjadi saat melawan Brighton & Hove Albion di liga menang 1-0 di Goldstone Ground pada 24 April 1982, dua minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-17. Pada hari terakhir musim itu, delapan hari setelah ulang tahun ke-17, ia menjadi pencetak gol termuda United menang 2-0 atas tuan rumah Stoke City. Meskipun ia tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk menjadi penyerang murni, Whiteside memiliki gaya dan keterampilan yang hebat. Hal ini membuatnya menjadi pemain favorit di kalangan penggemar Manchester United karena kemahirannya sebagai penyerang atau membantu kontrol lini tengah permainan. 

   Whiteside telah bermain untuk Manchester United (273 penampilan, 66 gol) sebelum karirnya berakhir dengan cidera di usia 26. Ia memenangkan Piala FA dua kali selama bermain untuk Manchester United, pada tahun 1983 dan 1985. Whiteside keluar dari tim di usia 24 tahun.


6. Paul Scholes 


    “Ia selalu memegang kendali di lapangan dan menentukan passing yang sangat akurat menjadi indah untuk ditonton.” Itulah yang di katakan oleh “The United Legend” Bobby Charlton. Scholes adalah salah satu pemain yang bersinar pada generasinya, ia dihormati karena perilakunya di dalam dan diluar lapangan, serta permainnya di lapangan hijau. Menjadi kekuatan baru saat itu bersama Beckham, Giggs, Butt dan Neville bersaudara pada pertengahan 1990-an. Kelahiran Salford, Scholes mencetak dua gol pada debutnya di Piala Liga di Port Vale di 1994/95 dan pada pertama liga melawan Ipswich. 

    Pada akhir musim 2010/2011 Paul Scholes resmi pensiun dari United, setelah menghabiskan semua kariernya sampai saat ini bermain untuk klub “setan merah”. Setelah pensiun, Paul Scholes akan menjadi staff kepelatihan United, namun secara mengejutkan pada awal tahun 2012 Scholes kembali bermain dengan setan merah saat mencukur Bolton 3-0. Pertandingan pertama Paul Scholes, yang kembali dari masa pensiun, di Old Trafford sejak pertandingan perpisahan pada awal musim juga menuai pujian Ferguson. Menurut Ferguson “Scholes memiliki naluri mencetak gol, ia selalu punya itu sejak muda, dan ia mencetak gol lagi”. 

7. Sir Bobby Charlton 




    Tidak ada yang mewujudkan reputasi Manchester United lebih baik dari Sir Bobby Charlton. Seorang anggota Busby Babes, diselamatkan oleh keberuntungan, Charlton selamat dari bencana udara Munich. Setelah selamat dari trauma bencana tersebut Charlton berusia 20, ia bermain seolah-olah setiap pertandingan adalah didekasikan untuk para rekan-rekan nya yang menjadi korban. Dalam karir 17 tahun bermain dengan United, ia telah bermain dengan rekor 754 game, mencetak 247 gol. Menjadi pemain professional bersama United pada Oktober 1954, memenangkan FA Youth Cup pada tahun 1954, 1955 dan 1956. 

    Bulan Agustus 1975 Sir Bobby memutuskan pensiun sebagai pemain. Pada bulan Juni 1984 Charlton menjadi direktur Manchester United, posisi yang masih berlaku sampai sekarang. Ia juga dianugerahi OBE dan CBE, dan gelar bangsawan “sir” bulan Juni 1994. Semuanya adalah bentuk apresiasi klubnya dan sepak bola Inggris atas permainan, dedikasi, kesetiaan dan totalitasnya dalam memajukan dunia sepakbola Inggris. 



8. Duncan Edwards 

    Duncan Edwards lahir di Dudley pada tanggal 1 Oktober 1936 dan sepanjang hidupnya yang singkat mengaku bangga menjadi duta untuk kota dimana karir sepak bola membawanya. Duncan Edwards adalah salah satu korban bencana udara Munich. Pada Usia 17. Hebatnya, Edwards selamat dari kecelakaan itu, tetapi 15 hari kemudian ia menyerah pada luka-lukanya, di umur 21. Edwards sudah bermain regular dalam tim inti United. Manajer Manchester United saat itu Matt Busby, yang memberikannya debut pertamanya di umur 16 tahun.

    Mampu bermain hampir di semua sisi, Edwards memiliki kekuatan fenomenal dengan assist nya yang indah, ia disebut “pemain sepak bola yang lengkap di Inggris, mungkin juga di dunia”. Sebagai bagian dari sisi yang terkenal ‘Busby Babes’ bakatnya dengan cepat diakui oleh Inggris dan Edwards menjadi orang termuda untuk mewakili negaranya ketika ia melakukan debut hanya berusia 18 tahun dan 183 hari. Sir Bobby Charlton mengatakan : ”Kematian-Nya adalah tragedi terbesar yang pernah terjadi pada Manchester United dan sepakbola Inggris.” 


9. George Best 
    Memiliki kecepatan, keseimbangan, visi, kontrol bola yang luar biasa, kemampuan untuk menciptakan peluang dan mencetak gol dari situasi yang tampaknya tidak mungkin menjadi sebuah cerita. George Best adalah pemain yang paling berbakat United. Pada 1964-65, bersama Denis Law, Bobby Charlton dan David Herd, merupakan yang terbaik, tokoh kunci dalam memenangkan gelar pertama The Reds (sejak era pra-Munich). Bermain sebanyak 361 laga, Best telah mengasilkan 136 goal untuk United. Ia memegang rekor gol terbanyak saat pasca perang oleh pemain United dalam pertandingan tunggal. George sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah bermain. Ia sering disebut pesepakbola selebriti modern pertama. 

   Sayangnya, meskipun George tidak bisa mengatasi kecanduannya dengan alkohol, sebelum mencapai umur 60 ia meninggal (November 2005) setelah lama menderita transplantasi hati. Foto terakhirnya yang muncul di publik berada di berita halaman depan News of the World pada akhir pekan sebelum ia meninggal. Ia ingin orang melihatnya, untuk memperingatkan mereka dari alkohol yang mengerikan dapat mengubah kehidupan seseorang. 


10. Ryan Giggs 
    Ryan Giggs merupakan salah satu pemain sayap terbaik sepanjang sejarah dan juga dikenal karena loyalitas nya bersama Manchester United. Beruntung Sir Alex melakukan kunjungan pribadi ke rumahnya pada hari ulang tahunnya ke 14, dan Ryan mendapatkan kesempatan bermain untuk team favoritnya sejak kecil. Ryan menjadi pemain professional United pada bulan November 1990 dan partai debutnya bermain di liga divisi satu melawan Everton di Old Trafford pada 2 maret 1991. 


    Giggs saat ini bermain dengan klub dan satu-satunya hingga sekarang adalah Manchester United. Ia merupakan pemain terlama yang pernah membela klub ini dan merupakan pemain pertama terbanyak tampil untuk MU sepanjang sejarah (805 kali) setelah memecahkan rekor Sir Bobby Charlton (758 kali). Giggs menjadi pemain dengan memenangkan penghargaan lebih banyak dari pemain United lainnya dalam sejarah klub. Ia sudah bersama United memenangkan dua belas kali gelar juara liga (mengalahkan rekor yang disandang oleh pemain Liverpool F.C., Alan Hansen dan Phil Neal yaitu sembilan kali), empat gelar FA Cup, dua gelar League Cup dan dua gelar Liga Champions.

Pemain-pemain favorit & Top di Manchester United

Pemain-pemain Berkharisama Pilihan terbaik di era-nya
GOALKEEPER
1. Peter Schmeichel

The Great Dane, begitu biasa para jurnalis dan fans menyebutnya. Dengan sosok yang tinggi besar, tinggi sekitar 193 cm dan ukuran baju XXXL, Schmeichel menjelma menjadi sosok penjaga gawang yang menakutkan dan mengintimidasi bagi penyerang lawan, dan menjadi legenda untuk Manchester United dan Denmark. Kehebatan Schmeichel dibuktikan dengan memenangi 3 kali gelar penjaga gawang UEFA, 2 kali penjaga gawang terbaik Dunia, 3 kali pemain terbaik Denmark, 4 kali penjaga gawang terbaik di Denmark, 1 kali penjaga gawang klub terbaik Eropa, dan penghargaan Penyelamatan terbaik dekade 1990-an. Schmeichel juga merupakan penjaga gawang United ketika memenangi trebel 1999. Satu hal yang sangat saya sesalkan dari Schmeichel adalah ketika dia memutuskan untuk bergabung dan pensiun sebagai pemain Manchester City, rival sekota United.
2. Edwin Van der Sar

Bagi saya, Edwin Van der Sar merupakan favorit nomor satu untuk posisi kiper di Manchester United. Kiper jangkung (dan kurus) asal Belanda ini memiliki refleks yang sangat luar biasa, mampu mengomandoi barisan pertahanan didepannya, dan sering kali melalukan penyelamatan-penyelamatan yang luar biasa untuk mengamankan gawang United. Walaupun Van der Sar bergabung ke United di usia yang tidak muda lagi, namun dia telah sukses memberikan banyak gelar bagi United, mulai dari Liga Premier Inggris, Carling Cup, Community Shield, Liga Champion Eropa, dan Piala Dunia Antar Klub. Van der Sar pensiun pada tahun 2011, dan akan selalu dikenang sebagai salah satu kiper terbaik yang dimiliki oleh Manchester United.
DEFENDER
1. Jaap Stam

Salah satu defender yang paling tangguh yang pernah dimiliki oleh United.  Dengan postur yang tinggi besar, Jaap Stam menjadi momok menakutkan bagi penyerang lawan. Kelihaiannya membaca permainan lawan membuatnya mampu mematahkan serangan-serangan lawan yang mencoba mendekat ke kotak terlarang United. Stam juga merupakan bagian dari skuad United yang mengantarkan United meraih treble winner pada tahun 1999. Kepindahan Stam dari United merupakan salah satu kepindahan yang kontroversial, yang diakibatkan oleh otobiografi Stam yang menyebutkan bahwa Sir Alex Ferguson telah melakukan pendekatan ilegal terhadapnya sewaktu akan memboyongnya dari PSV Eindhoven. Sebagai fans, saya cukup kecewa dengan penjualan dirinya ke Lazio, apalagi saat itu Stam masih di puncak permainannya. Belakangan, Sir Alex Ferguson pun pernah menyatakan penyesalannya telah menjual Stam pada saat itu.
2. Gary Neville

Gary Neville, bersama-sama dengan sang adik, Philip Neville (yang akhirnya hijrah ke Everton) merupakan bagian dari Class of ’92, yaitu pemain yang dididik oleh Sir Alex Ferguson sejak masih remaja. Gary berposisi sebagai bek kanan, dan selama bertahun-tahun, Gary menjadi langganan untuk posisi bek kanan Inggris. Gary menghabiskan seluruh karir sepakbolanya di Inggris, dan merupakan salah satu pemain yang paling loyal. Gary memutuskan pensiun pada tahun 2011, yang diakibatkan oleh kondisi fisiknya yang semakin menurut dan rentan cedera. Setelah Roy Keane meninggalkan United, Gary merupakan skipper dari United sampai dia memutuskan pensiun. Gary dikenal sebagai kapten yang cerewet dilapangan dan di ruang ganti. Salah satu momen yang saya ingat mengenai Gary adalah saat ia menolak untuk bersalaman dengan Schmeichel yang saat itu membela Manchester City. Padahal, Schmeichel merupakan mantan rekan setim Gary ketika menjuarai treble pada tahun 1999. Saat ini, Gary tercatat sebagai anggota staf kepelatihan United.
3. Rio Ferdinand

Rio Ferdinand merupakan salah satu palang pintu terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Rio direkrut oleh Sir Alex dari Leeds United, salah satu rival utama United di Liga Ingrris, dan diplot untuk menggantian Stam yang dijual ke Lazio. Pada awalnya, saya tidak terlalu menyukai pemain ini, karena gaya bermainnya yang sangat berbeda dengan Stam. Jika Stam terkenal keras dilapangan, maka Rio merupakan salah satu bek tengah dengan gaya bermain yang lebih stylish, dan menurut saya lebih mengutamakan teknik dalam bermain. Namun seiring dengan waktu, Rio menjelma menjadi salah satu bek tengah terbaik yang pernah dimiliki oleh United. Rio sangat efektif dalam bertahan, dan mampu membaca permainan lawan dengan baik. Selain itu, kemampuannya untuk mengorganisir pertahanan menjadi salah satu nilai plus dari Rio Ferdinand. Saat ini, Rio masih bermain untuk United, dan saya harap Rio pensiun sebagai pemain United, mengikuti jejak Gary Neville.
4. Nemanja Vidic

Keras, tanpa kompromi, dan commander. Inilah yang pertama kali saya lihat dari seorang Nemanja Vidic. Ketika pertama kali United merekrut dari Spartak Moscow, saya secara pribadi sama sekali belum pernah mendengar namanya. Awalnya saya merasa bahwa Vidic akan diposisikan sebagai bek pelapis. Namun, dalam 6 bulan sejak direkrut, berduet dengan Rio, Vidic menjelma menjadi monster yang menakutkan untuk para penyerang lawan. Duet Rio dan Vidic juga dinobatkan sebagai duet bek tengah terbaik di dunia. Bermain dengan lugas dan tanpa kompromi menjadi ciri khasnya. Selain itu, Vidic juga sangat piawai untuk memimpin rekan-rekannya, sehingga saat ini Vidic diberi kehormatan untuk menjabat sebagai kapten United.
MIDFIELDER
1. Roy Keane

Pertama kali mengingat nama ini, yang terbayang oleh saya adalah keras, tanpa kompromi dan blak-blakan. Yah, begitulah adanya pemain ini menurut penilaian saya. Keane, pemain kelahiran Irlandia ini, menjadi salah satu kapten yang paling sukses dan berpengaruh di United. Keane juga dapat disebut sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di eranya. Keane turut serta mengantarkan United untuk meraih treble winner pada tahun 1999. Pada tahun 2005, Keane memutuskan pindah ke Glasgow Celtic dan setahun kemudian memutuskan pensiun dari dunia sepakbola yang membesarkan namanya. Keane pernah menjabat sebagai manager Sunderland dan Ipswich Town, dan saat ini Keane bertugas sebagai komentator sepakbola di salah satu televisi.
2. Paul Scholes

Pemain ini akan sangat mudah dikenali dilapangan dengan ciri khas rambut berwarna merah yang menghiasi kepalanya. Scholes merupakan salah satu anggota Class of ’92 yang dibina oleh Sir Alex Ferguson. Scholes memulai debutnya bersama MU di Piala liga tahun 1994/1995 melawan Ipswich Town. Kontribusi Scholes untuk Setan Merah diakui oleh semua pemain, fans dan seluruh pengamat sepakbola hingga namanya juga tercatat sebagai pemain terbaik dalam buku Player Footbal Asosiation. Scholes terkenal dengan kepiawaiannya membaca dan mengatur pola permainan, serta tendangan keras yang dimilikinya. Selain menjadi aset berharga United, Scholes juga merupakan aset terbaik yang pernah dimiliki oleh tim nasional Inggris. Scholes merupakan menjadi bagian skuad yang sukses menggondol treble winner di tahun 1999 dan 2008. Catatan tambahan saya mengenai pemain ini adalah rekor tackling nya yang kurang begitu bagus. Makanya setiap kali Scholes melakukan tackling, saya sedikit was-was, karena tidak jarang berakhir dengan kartu kuning, bahkan kartu merah. Saat ini, Scholes tercatat sebagai salah satu anggota tim kepelatihan United. Scholes merupakan salah satu legenda Old Trafford yang akan dikenang sepanjang waktu.
3. Ryan Giggs

Giggs merupakan salah satu sayap terbaik yang dimiliki oleh United dan Wales. Giggs merupakan anggota dari Class of ’92 yang masih bermain sampai sekarang. Giggs juga dikenal sebagai salah satu pemain yang paling loyal dalam sejarah sepakbola, karena dari awal karirnya sampai saat ini, Giggs tercatat hanya pernah membela satu klub, Manchester United. Akibatnya, Giggs berhasil memecahkan rekor jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarang United, dan masih akan terus berkembang, karena sampai saat ini, Giggs masih aktif bermain. Dari segi permainan, Giggs dikenal karena kecepatan, kemampuan melepaskan umpan, membaca permainan dan kemampuannya mencetak gol. Giggs merupakan teladan bagi banyak pemain United, dan tentunya saat ini Giggs sudah menjadi legenda hidup Old Trafford.
4. David Beckham

Berwajah rupawan, memiliki tendangan bebas maut, umpan yang sangat akurat, menggunakan nomor keramat 7, merupakan ciri khas dari Beckham. Beckhambermain di posisi sayap, dengan ciri khasnya yang selalu memberikan umpan silang yang mematikan ke kotak penalti pertahanan lawan. Dengan kemampuan tendangan menakutkan yang dimilikinya, Beckham dapat mencetak gol-gol spektakuler. Beckham menikah dengan personil Spice Girls, Victoria. Keluarnya Beckham dari Old Trafford menuju Madrid menjadi suatu hal yang cukup membuat sedih pendukung United, termasuk saya. Apalagi, keluarnya Beckham disebutkan karena cekcok dengan Sir Alex Ferguson yang tidak menyukai gaya hidup Beckham. Beckham juga merupakan anggota dari Class of ’92 yang masih aktif bermain sampai saat ini.
5. Cristiano Ronaldo

Setelah kepergian Beckham ke Real Madrid, United merekrut seorang pemuda dari Portugal dan Sir Alex memberikan nomor keramat 7 kepada pemuda tersebut. Saya dan mungkin pendukung United lainnya cukup kaget dengan pemberian nomor keramat tersebut kepada pemuda yang belum dikenal namanya. Berbekal video Youtube, saya mencari tahu latar belakang CR7. Dan ternyata Sir Alex melakukan suatu hal yang sangat brilian dengan memberikan nomor 7 kepada Ronaldo. Kaki yang cepat, permainan yang stylish, kemampuan mencetak gol, bahkan pernah mencetak 48 gol dalam semusim, menjadi catatan Cristiano Ronaldo di Old Trafford. Selain itu, gelar pemain terbaik dan mengantarkan United menjuarai Liga Inggris dan Liga Champion 2008 menjadi catatan manis Ronaldo. Banyak hal yang saya ingat dari Ronaldo, mulai dari perseteruannya dengan Rooney di Piala Eropa 2004, yang memunculkan isu bahwa Ronaldo akan dijual setelah Piala Eropa selesai, gerakan dribbling yang sangat menghibur, kecepatan lari yang bahkan salah seorang bek lawan pernah menyebut bahwa untuk mengejar Ronaldo, mereka harus meminjam RC212V milik Valentino Rossi, sampai dengan rekor penjualannya ke Real Madrid yang memecahkan rekor penjualan termahal dalam sejarah.
FORWARD
1. Eric Cantona

Menggunakan nomor punggung 7, Cantona merupakan pemain yang fenomenal yang dibeli dari Leeds United. Awalnya, banyak pengamat yang menganggap pembelian Cantona adalah blunder, karena kedisplinan dan temperamen yang buruk dari Cantona. Namun, Sir Alex membuktikan bahwa tangan dinginnya mampu mengasah dan mengeluarkan kemampuan terbaik Cantona. Cantona merupakan penyerang haus gol yang memiliki visi bermain yang sangat cemerlang, penempatan posisi yang sangat baik serta akurasi tendangan yang sangat sempurna. Diawal kedatangannya, Cantona langsung mempersembahkan Piala FA kepada United. Cantona juga mengawali keran juara United; Liga Inggris, Carling Cup, Liga Champion.
2. Ole Gunnar Solskjaer

Memasuki masa extra time di final Liga Champion 1999 melawan Bayern Munich, memanfaatkan tendangan sudut dari David Beckham, pemain cadangan United yang kemudian dikenal sebagai supersub, berhasil menggetarkan jala Munich dan mengantar United untuk menjuara trebel. Ya, dia adalah Ole Gunnar Solskjaer, yang dikenal sebagai supersub, pemain berwajah bayi namun sangat ganas di kotak penalti lawan. Pemain yang berasal dari Norwegia ini menjadi salah satu pemain kesayangan Sir Alex Ferguson. Setelah pensiun dari sepakbola, Solskjaer pernah tercatat sebagai pelatih tim reserve United, dan mengantarkan skuad muda United menjuarai kompetisi reserve yang diselenggarakan oleh FA. Kemudian, Solskjaer ditawari posisi sebagai pelatih utama Molde, klub profesional pertama di awal karirnya. Dan terbukti bahwa sebagai pelatih, Solskjaer pun bisa sukses dengan berhasil mengantarkan Molde menjuarai Liga Norwegia di musim pertamanya. Solskjaer digadang-gadang menjadi calon penerus Sir Alex jika dikemudian hari Sir Alex memutuskan pensiun.
3. Ruud van Nistelrooy

Efektif dan efisien dalam memanfaatkan peluang. Itulah ciri khas utama dari pemain yang dikenal sebagai Ruudtje atau RvN ini. Dikenal karena ketajamannya di kotak penalti lawan, dan Sir Alex pernah mengclaim bahwa Ruudtje memiliki catatan statistik 1 gol dari 2 peluang, atau bahkan 2 gol dari 3 peluang. Ketajamannya membuat ia menjadi penyerang yang paling ditakuti lawan. Kedatangannya ke Old Trafford memaksa Andy Cole dan Dwight Yorke untuk duduk di bangku cadangan, dan bahkan akhirnya harus mencari pelabuhan baru. Ruudtje di rekrut dari PSV Eindhoven pada tahun 2001 dan saat itu transfernya memecahkan rekor transfer liga Inggris. Ruudtje sukses memberikan berbagai gelar untuk United, mulai dari Liga Premier Inggris, FA, Carling dan Community Shield. Ia juga mencatatkan namanya sebagai top skorer Liga Inggris untuk beberapa musim. Hal yang paling saya ingat dari Ruudtje adalah keributan yang melibatkan dirinya dengan beberapa pemain Arsenal ketika United bertemu dengan Arsenal di liga Inggris. Pada kesempatan itu, United dihadiahi tendangan penalti, dan Ruudtje yang mengeksekusi penalti gagal melaksanakan tugasnya.
4. Wayne Rooney

Berumur 18 tahun ketikda di rekrut dari Everton, dan memiliki nama panggilan Wazza. Saya sendiri sering menyebutnya sebagai Shrek wajahnya yang bulat. Saat ini, Rooney mewarisi nomor keramat untuk penyerang, yaitu no 10. Rooney merupakan sosok penyerang yang bermain tanpa kenal lelah, rajin membuka ruang untuk tandemnya, serta memiliki kemampuan mencetak gol tingkat wahid. Saat ini, Rooney merupakan salah satu pilar utama United. Salah satu kekurangan yang dimilikinya adalah kemampuan mengendalikan temperamennya, yang dalam beberapa kesempatan mengakibatkannya menerima kartu merah atau hukuman tambahan lainnya. Salah satu hal yang paling diingat adalah perseteruannya dengan Cristiano Ronaldo di Piala Eropa 2004, dan yang terakhir adalah kasus tendangannya kepada pemain lawan dalam kualifikasi Piala Eropa 2012 yang berbuntuk dihukumnya Rooney untuk 2 pertandingan Piala Eropa 2012. Rooney bersama-sama dengan Ronaldo telah berhasil mengantarkan United menjuarai Liga Champion Eropa pada tahun 2008. Dan saya berharap ditahun-tahun kedepannya, Rooney memberikan gelar yang lebih banyak lagi untuk United.
5. Javier “Chicharito” Hernandez

Banyak orang yang bertanya-tanya, siapa Javier Hernandez ketika pertama kali United mengumumkan telah merekrut pemain yang berasal dari Chivas Meksiko ini. Pemain yang menggunakan nama punggung Chicharito (kacang polong kecil) ini mudah untuk dikenali karena selalu berdoa dengan berlutut mengikuti gaya konservatif Katolik Roma (yang mengakibatkan banyak orang menyangka dia adalah muslim) ditengah lapangan sebelum dimulainya pertandingan. Hernandez memperkenalkan dirinya kepada fans United dengan cara yang unik, yang mana Javier mencoba menendang bola ke gawang Chelsea, namun, bola bukannya langsung masuk ke gawang yang dikawal Cech, tapi terlebih dahulu mengenai wajahnya sebelum akhirnya berbuah gol. Keunikan lainnya adalah ketika Hernandez mencetak gol dengan menggunakan belakang kepalanya. Hernandez memiliki kemampuan yang sangat menakutkan dikotak penalti lawan, dan sering disebut sebagai new Solskjaer. Selain itu, Hernandez juga selalu menunjukkan kerendahan hati seorang pengikut Kristus dalam perjalanan karirnya. Semoga Hernandez bisa memberikan lebih banyak gelar kepada United.
6. Dimitar Berbatov

Nah, pasti banyak yang bertanya-tanya mengapa saya menempatkan Berbatov sebagai salah satu favorit saya. Berbatov, pemain berdarah Bulgaria ini direkrut dari Tottenham Hotspur. Memang dimusim ini Berbatov tidak banyak mendapat kesempatan bermain, yang diakibatkan semakin berkembangnya pada pemain muda United seperti Chicharito dan Welbeck. Namun, jika kita memperhatikan cara bermain Berbatov, maka saya jamin kita pasti akan terhibur dengan teknik olah bola yang diperagakannya. Berbatov sering kali memberikan umpan dengan stylish, dan bahkan mencetak gol dengan gaya yang fenomenal. Contoh teranyar adalah di pertandingan Fulham vs United (21-12-2011) yang dimenangi oleh United dengan skor 5-0. Salah satu gol United dipersembahkan oleh Berbatov, dan dicetak dengan sangat stylish, menggunakan back-heel. Jadi jika ada pemain yang paling stylish yang dimiliki oleh United, saya tidak ragu untuk menyebut Berbatov, The Mr. Vampire.
Kurang lebih, itu adalah beberapa pemain-pemain favorit saya selama saya mengenai United sampai saat ini. Masih banyak pemain lain yang menjadi favorit saya, antara lain, Ivan Heinze, Nani, Valencia, si kembar Rafael dan Fabio Silva, Juan Veron, dan masih banyak lagi. Mungkin dilain waktu, saya akan buat tulisan lagi mengenai pemain yang lain.
Glory Glory Manchester United

Legenda Manchester United Dari masa ke masa


Alex Stepney: Alex Stepney mencatatkan namanya dalam sejarah Manchester United setelah berjasa membawa United menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya tahun 1968 di Wembley.


Tony Dunner: Tony Dunne adalah pahlawan United yang sering dilupakan. Ia adalah bagian penting dari tim hebat Sir Matt Busby tahun 60-an, dan salah satu full-back terbaik yang pernah dimiliki Manchester United. Dunne dibeli oleh Matt Busby tahun 1960 dari Shelbourne sebagai cadangan untuk Noel Cantwell dan Shay Brennan. Kesempatannya datang ketika ditugaskan menggantikan Brennan pada pertandingan final Piala FA 1963 melawan Leicester City. Ia tampil meyakinkan, United menang, dan Dunne mendapat tempat utama di starting lineup United sejak saat itu; ia hanya tidak diturunkan 6 kali sepanjang 4 musim berikutnya.

Denis Irwin: Denis Irwin memulai karirnya sebagai trainee di klub Leeds United. Ia dibeli United tahun 1990 dari Oldham City senilai £625.000 setelah tampil mengesankan melawan United di pertandingan semifinal Piala FA musim sebelumnya. Pada musim pertamanya ia membantu United memenangkan Piala Winners 1991 di Rotterdam, Belanda.

Joe Spence: Joe Spence Adalah Striker kelahiran Throckley, Northumberland. Ia memulai karir sebagai pemain yunior di Blucher Juniors dan Throckley Celtic, dimana ia membuat rekor fantastis mencetak 42 dari keseluruhan 49 gol yang dicetak timnya selama 1 musim. Menginjak usia 13 tahun ia bekerja sebagai pekerja tambang. Pada usia 17 tahun ia sudah harus turun dalam Perang Dunia I, ditempatkan sebagai operator senapan mesin.

Arthur Albiston: Arthur Albiston mulai bergabung dengan United Juli 1972 sebagai trainee. Ia menandatangani kontrak profesionalnya yang pertama 2 tahun kemudian, melakukan debutnya di Old Trafford 9 Oktober 1974 pada pertandingan Piala Liga melawan Manchester City. Ia melakukan debutnya di Liga Inggris 6 hari berikutnya, tapi Albiston harus menunggu sampai musim 1976/77 untuk mendapat tempat secara reguler di tim inti.

Roy Keane: Roy Keane adalah salah satu dari sedikit pemain yang benar2 berhasil mewujudkan semangat membara yang dilambangkan Manchester United, di dalam dan di luar lapangan. Sir Alex Ferguson menyebutnya sebagai pemain terbaik yang pernah bekerja dengannya. Ia adalah tipe pemain tengah yang lengkap, pemimpin ideal United, dengan kualitas passing, tackling, kreativitas, posisional, dan stamina yang tak ada habisnya. Pemandangan Roy Keane memimpin dan menjaga seluruh jengkal wilayah United identik dengan Manchester United era 90-an. Ia juga tidak pernah ragu untuk mengungkapkan pendapatnya, terutama bila rekan2nya tidak menunjukkan performa setinggi yang diharapkannya. Ia memimpin United memenangkan 7 kejuaraan Liga Inggris, 1 Piala Champions, 1 Piala Inter-Continental, 1 Piala Super Eropa, 4 Piala FA, dan 4 Community Shield.

Brian McClair: Brian McClair mencatatkan dirinya dalam sejarah Manchester United ketika menjadi orang pertama sejak George Best yang berhasil mencetak 20 gol dalam 1 musim. Tidak heran United selalu gagal memenangkan gelar apapun selama 20 tahun sebelum McClair datang.

George Best: George Best akan selalu dikenang fans United sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah bermain di Old Trafford. Ini dibuktikan dengan applause luar biasa yang diberikan pada pertandingan memperingati kematiannya tahun 2005 melawan West Ham United. Dia pasti bangga akan permainan anak2 United saat itu, terlebih karena gol kemenangan United dicetak oleh rekan senegaranya, John O’Shea.

Mark Hughes: Mark Hughes, lahir di Wrexham 1 November 1963, pertama kali bergabung dengan Manchester United Maret 1978 pada usia 14 tahun. Pada saat itu ia bermain sebagai gelandang. Adalah jasa pelatih akademi Syd Owen yang melihat potensi Mark sebagai penyerang dan memindahkannya ke posisi tersebut sehingga menjadi salah satu pencetak gol terhebat sepanjang sejarah United.

Bryan Robson: Bryan Robson Adalah salah satu pemain terhebat di lapangan tengah united. Ia mampu menyesuaikan diri dengan cepat, menggantikan mentornya Ray Wilkins sebagai kapten United. Selain itu Robson adalah seorang motivator handal, memiliki stamina -yang sepertinya- tidak terbatas, kreativitas tinggi, tackling sempurna, kecepatan, tembakan keras, dan bagus di udara. Pada masa jayanya ia adalah pemain paling lengkap yang dimiliki United.

Martin Buchan: Martin Buchan mengawali karirnya sebagai pemain profesional di klub Aberdeen bulan Agustus 1966. Pada usia 20 tahun ia telah ditunjuk menjadi kapten “The Dons dan memimpin mereka menjuarai Scottish Cup 1970, menjadi pemain termuda yang pernah melakukan hal itu. Prestasinya menarik perhatian banyak klub2 di daratan Inggris, namun ia memilih bergabung dengan Manchester United tanggal 29 Februari 1972 dengan transfer senilai £125.000 setelah menolak tawaran Liverpool dan Leeds United.

Jack Silcock: Jack Silcock adalah salah satu pemain United paling loyal dan dapat diandalkan selama 15 tahun antara Perang Dunia I dan II. Pada masa itu jarang orang yang berprofesi sebagai pemain bola profesional, demikian pula Jack yang pertama kali bekerja sebagai pekerja tambang di Aspull Colliery. Bakat full back kelahiran Wigan ini pertama kali dilihat oleh kesebelasan lokal Aspull Juniors, namun ia mengawali karirnya sebagai pesepakbola profesionalnya di klub Atherton. Tahun 1916 aksi Jack mendapat perhatian dari manajer United saat itu John Robson. Jack bergabung dengan United sebagai pemain amatir pada usia 18 tahun, menjadi pemain profesional tahun berikutnya.

Gary Palliester: Gary Pallister merupakan bek tengah yang mempunyai Kecepatan, skill tinggi, dan kemampuan menangani bola2 atas. meskipun skarang ia menjadi komentator pertandingan bola, ia akan selalu dikenang sebagai bek tengah hebat, fans United tidak akan pernah melupakan 2 gol sundulan kepalanya ke gawang Liverpool di Anfield yang menentukan gelar juara Liga Inggris 1997 jatuh ke tangan United.

Jack Rowley : Jack Rowley adalah bagian dari tim hebat pertama yang dibentuk Sir Matt Busby. Ia dijuluki “The Gunner” karena memiliki tendangan kaki kiri mematikan. Bersama saudara kandungnya Arthur Rowley, ia adalah striker paling ditakuti di dataran Inggris saat itu, mempunyai kualitas sama baiknya di darat maupun di udara.

Ryan Giggs: Ryan Giggs (lahir dengan nama Ryan Joseph Giggs - lahir di Cardiff, Wales, Inggris, 29 Desember 1973; umur 36 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Wales. Ia merupakan salah satu pemain sayap terbaik sepanjang sejarah dan juga dikenal karena loyalitas di Manchester United.

Sir Bobby Charlton: Sir Bobby Charlton Merupakan keponakan dari penyerang legendaris Newcastle United Jackie Milburn. Ia bergabung dengan Manchester United. Ia menandatangani kontrak profesionalnya yang pertama dengan United pada Oktober 1954 dalam usia 17 tahun. Sejak bermain di tim junior MU ia telah menunjukkan keistimewaannya dengan memenangkan FA Youth Cup 3 kali berturut2 tahun 1954, 1955, dan 1956.

Bill Foulkes: Bill Foulkes Adalah Seorang stopper tradisional yang amat menyukai pertarungan dengan penyerang lawan, Bill Foulkes hanya tertinggal dari Ryan Giggs dan Sir Bobby Charlton sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak bagi Manchester United. Selama 18 tahun karirnya bersama Setan Merah ia menjadi tonggak pertahanan tangguh United, sedemikian pentingnya sehingga selama hampir 2 dekade Sir Matt Busby amat jarang menaruhnya di bangku cadangan.

Paul Scholes: Paul Scholes Adalah geladang yang pendiam. Ia berada di posisi ke-4 dalam rekor penampilan terbanyak dan di posisi ke-12 untuk pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah United. Rekor itu masih sangat mungkin diperbaikinya karena ia masih bermain sampai sekarang. Apapun yang terjadi, tidak ada satu orang pun yang bisa menyangkal Paul Scholes adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Manchester United.
Sammy McIlroy:

Sammy McIlroy Adalah winger asal irlandia utara. Ia pertama kali bergabung dengan United sebagai pemain amatir pada 1 Agustus 1969. Ia menandatangani kontrak profesionalnya yang pertama dengan United tahun 1971. Debut Sammy adalah salah satu debut paling berkesan dalam sejarah Manchester United, sering dianggap sebanding dengan debut pemain legendaris Ryan Giggs dan yang terakhir, Cristiano Ronaldo. Padahal tantangan yang dihadapinya cukup berat. Pada pertandingan pertamanya di tim senior ia harus tampil melawan musuh bebuyutan United, Manchester City, dalam partai derby di Maine Road. Pada pertandingan itu Sammy yang baru berusia 17 tahun langsung membuat penggemar MU jatuh cinta setelah membantu United menang dengan mencetak 1 gol dan 2 assist.
Meski melakukan debut yang luar biasa, Sammy tidak langsung mendapat tempat regular di tim inti United. Ia lebih sering duduk di bangku cadangan pada 2 tahun pertamanya di tim senior.


Steve Burce:

Steve Burce adalah lulusan “Wallsend Boys Club”, akademi terkenal di Inggris yang telah menghasilkan pemain2 hebat seperti Alan Shearer, Peter Beardsley, juga pemain MU Michael Carrick. Meskipun demikian, ironisnya, pada umur 16 tahun Brucey ditolak oleh Newcastle United, Sunderland, Bolton Wanderers, Sheffield Wednesday, dan Southport karena dianggap mempunyai tubuh terlalu kecil. Akhirnya ia bergabung dengan klub kecil Gillingham sebelum dibeli seharga £135.000 oleh Norwich City tahun 1984. Bersama Norwich Brucey menjuarai Piala Liga 1985 dan juara Liga Divisi II 1986. Brucey juga penendang penalti yang handal untuk MU. Ia bahkan pernah menjadi top skorer klub di musim 1990-1991, mencetak 19 gol di semua kompetisi. Jumlah gol yang luar biasa untuk pemain belakang.


Denis Law:

Denis Law dalah seorang pencetak gol handal. Ia memiliki kecepatan, teknik, semangat, dan kecintaan tulus pada dunia yang digelutinya sehingga dianggap sebagai pahlawan United pada masanya.


Lou Macari:

Lou Macari pertama kali menarik perhatian klub2 Inggris saat bermain di Glasgow Celtic. Selama 10 tahun karirnya di sana ia memenangkan 2 Scottish Leage dan 2 Scottish Cup.
Lou hampir saja menjadi pemain Liverpool. Dalam usahanya mendekati Lou, manajer legendaris Liverpool Bill Shankly mengundang striker Skotlandia ini ke pertandingan Piala FA Liverpool vs Burnley di Anfield. Kebetulan sekali asisten manajer United saat itu, Pat Crerand, duduk di dekat mereka. Tahu bahwa Liverpool sedang mendekati Lou, Pat langsung membujuknya untuk bergabung dengan United saja. Lima hari kemudian, tepatnya tanggal 20 Januari 1973, Lou resmi bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer £200.000. Karena satu dan lain hal Bill Shankly kemudian mengumumkan kepada media bahwa ia hanya berencana untuk menjadikan Lou pemain cadangan di Liverpool.


Nobby Stiles:

Nobby Stiles, putra asli Manchester kelahiran Collyhurst 18 May 1942 ini memulai debutnya pada Oktober 1960 melawan Bolton Wanderers. Meski baru barusia 18 tahun, penampilannya membuat Matt Busby sangat terkesan hingga menurunkannya dalam 31 pertandingan di musim itu.
Pada awal2 karirnya, setiap sebelum bertanding Matt Busby selalu memberikan sebuah instruksi sederhana kepadanya, “Norrie, pastikan lawan2mu tahu kalau kau ada di sana dalam 5 menit pertama”. Nasihat itu benar2 dijalankannya sehingga Nobby terkenal sebagai pemain tanpa kompromi dengan tackling keras yang mampu mendobrak permainan lawan, namun juga dilengkapi dengan passing dan kreativitas yang memadai sehingga kerap memberikan umpan2 matang untuk lini depan United yang ditempati “Holy Trinity” Bobby Charlton, Denis Law, dan George Best. Ia turut membantu United menjadi juara Liga Inggris tahun 1965 dan 1967.


Steve Coppell:

Steve Coppell adalah salah satu pemain MU paling menonjol di masa akhir 70-an dan awal 80-an. Pemain sayap kanan ini memegang rekor (di MU) bermain pada 206 pertandingan berturut2, rekor yang belum terpecahkan sampai sekarang dan mungkin akan sulit dipecahkan oleh pemain manapun karena di masa sekarang hampir semua tim menerapkan sistem rotasi pemain.


David Robert Beckham:

David Robert Joseph Beckham (lahir di Leytonstone, London, 2 Mei 1975; umur 35 tahun) adalah seorang pesepak bola Inggris yang sejak 1 Juli 2007 memperkuat LA Galaxy di Major League Soccer di Amerika Serikat. Sebelumnya ia pernah bermain di Manchester United dan Real Madrid. Ia memulai karier sepak bolanya di akademi sepak bola milik Manchester United. Beckham mahir dalam umpan silang dan tendangan bebas melengkung, kemampuan yang mirip dengan rekan setimnya di AC Milan, Andrea Pirlo yang juga mahir tendangan bebas. Istrinya adalah Victoria Beckham, mantan personil grup musik Spice Girls.


Allenby Chilton:

Allenby Chilton adalah salah satu pemain yang berjasa membawa Manchester United menjuarai Piala FA 1948, Liga Inggris 1951/52, dan sempat memegang rekor sebagai penampil terbanyak (secara berturut2) di klub. Sebagai seorang yang hampir saja memilih karir sebagai petinju dibanding pesepakbola profesional dan kehilangan tahun2 masa keemasannya akibat Perang Dunia II, prestasi Chilton cukup mengagumkan.


Ole Gunner Solksjaer:

Ole Gunnar Solksjaer (lahir di Norwegia, 26 Februari 1973; umur 37 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Norwegia. Ole merupakan penyerang asal klub molde Fk merupakan salah satu pemain yang penting di Man United. Walaupun duduk di bangku cadangan, tapi jika diturunkan pasti akan jadi penentu. julukannya adalah Super Sub


Seamus 'Shay' Brennan:

Seamus “Shay” Brennan adalah salah satu anggota tim yang memenangkan Piala Champions pertama bagi Manchester United tahun 1968. Shay, putra asli Manchester, adalah produk akademi sepakbola MU. Ia memulai karir sebagai penyerang, turut membantu tim yunior MU memenangkan FA Youth Cup 1955. Debutnya di tim senior dimulai pasca tragedi Munich dimana ia bermain di posisi kiri-luar.


Stan Pearson:

Stan Pearson adalah orang Manchester asli, lahir di Salford, Manchester, 11 Januari 1919. Bakatnya pertama kali ditemukan oleh pencari bakat legendaris MU Louis Rocca. Stan mulai bergabung dengan MU sebagai pemain amatir pada tanggal 1 Desember 1935. Stan menandatangani kontrak profesionalnya yang pertama dengan MU pada Mei 1937. Ia hanya membutuhkan waktu 6 bulan untuk masuk ke tim utama, namun perjalanan karirnya harus terganggu akibat pecahnya Perang Dunia II. Selama 6 tahun liga sepakbola di Inggris ditiadakan, sementara ia sendiri harus menjalani wajib militer.
Johny Carey:

Bakat Johnny Carey pertama kali ditemukan oleh pencari bakat Billy Behan ketika bermain untuk klub kecil St. James’ Gate, dan akhirnya dibeli United seharga £250. Ia adalah pemain di posisi kiri-dalam, bersaing dengan Stan Pearson yang bermain di posisi yang sama. Ia melakukan debutnya pada usia 17 tahun pada pertandingan melawan Southampton di Old Trafford.


Billy Meredith:

Billy Meredith lahir di Chirk, Wales, tahun 1874. Ia memulai karir di Manchester City tahun 1894, membawa mereka menjuarai Divisi II Liga Inggris tahun 1899 dan 1903, dan Piala FA 1904. Tapi tahun 1905 ia terlibat dalam kontroversi setelah dituduh menyuap pemain Aston Villa Aleo Leake sebesar £10 untuk menyerah dalam pertandingan - ia mengaku tidak bersalah dalam kasus itu.


David Sadler:

Ia mungkin tidak seterkenal Best atau Charlton, tapi fans Setan Merah pada masanya tidak akan melupakan jasa David Sadler membuat assist kepada Charlton sehingga berhasil mencetak gol pertama United di final Liga Champions 1968. Pada saat itu ia baru berusia 22 tahun.


George Wall:

Ryan Giggs boleh menjadi sayap kiri andalan Manchester United selama lebih dari 10 tahun, tapi 100 tahun yang lalu itu wilayah itu adalah milik George Wall. Ia adalah bagian dari tim sukses United yang pertama, mempersembahkan 4 gelar untuk United sebelum Perang Dunia I mengganggu karirnya.



Charles 'Charlie Roberts:

Charles “Charlie” Roberts adalah salah satu kapten paling berpengaruh sepanjang sejarah Manchester United, setingkat dengan Johnny Carey, Bryan Robson, Eric Cantona, dan Roy Keane. Ia adalah salah satu bek tengah terbaik pada masanya, membawa United menjuarai Liga Inggris 1908 -piala pertama yang pernah dimenangkan United- dan 1911, juga memenangkan Piala FA 1909.


Dennis Viollet:

Banyak penyerang hebat telah bermain untuk Manchester United, tapi tidak seorang pun mampu mengalahkan rekor 32 gol (di Liga Inggris) yang dicetak Dennis Viollet musim 1959/60, bahkan tidak Cristiano Ronaldo (31 gol Liga Inggris musim 2007/08) sekalipun.


Roger Byrne:

Roger Byrne akan selalu ada dalam daftar kapten2 terhebat Manchester United sejajar dengan Roy Keane, Bryan Robson, dan Johnny Carey. Roger adalah salah satu pemain belakang terbaik sepanjang sejarah United. Ia ditunjuk sebagai kapten sejak 1953 menggantikan Johnny Carey yang pensiun. Ia adalah figur ayah bagi “The Busby Babes”, selalu berani mengungkapkan pendapatnya termasuk kepada Sir Matt Busby!


Paul Ince:

Meskipun gelandang kontroversial ini sering dicerca karena memutuskan untuk bergabung dengan Liverpool hanya berselang 2 tahun sejak keluar dari Manchester United, peran Paul Ince selama mengabdi di Old Trafford tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Selama 6 tahun karirnya bersama United ia mempersembahkan 2 juara Liga Inggris, 2 Piala FA, 1 Piala Liga, dan 1 Piala Winners.


Johnny Berry:

Johnny Berry adalah salah satu winger hebat yang pernah bermain untuk Manchester United, bisa disejajarkan dengan Billy Meredith, George Best, Gordon Hill, Ryan Giggs, dan yang terkini Cristiano Ronaldo.


Andy Cole:

Banyak fans MU kecewa ketika Sir Alex Ferguson lebih memilih membeli Andy Cole dibandingkan striker Nottingham Forest, Stan Collimore pada transfer window Januari 1995, tapi Cole segera menjawab semua keraguan atas dirinya dengan secara konsisten mencetak 1 gol setiap 2 pertandingan - statistik yang tidak pernah disaksikan publik Old Trafford sejak masa keemasan Denis Law.
Norman Whiteside:

Bakat Norman Whiteside pertama kali ditemukan di Belfast, Irlandia oleh Bob Bishop, pencari bakat yang juga menemukan pemain legendaris George Best. Ia menandatangani kontrak dengan United bulan September 1978, dan ikut berperan dalam kemenangan tim yunior United atas Watford di final FA Youth Cup bersama Mark Hughes.

David Herd:

Hanya sedikit penyerang Setan Merah (setelah Perang Dunia II) yang punya rasio mencetak gol lebih baik dari David Herd. Selama 7 tahun karirnya di Manchester United ia mencetak 145 gol dari 265 pertandingan; berarti rata2 ia mencetak 1,8 gol di setiap pertandingan.

Harry Gregg:

Harry Gregg adalah pahlawan Manchester United di dalam maupun di luar lapangan. Ia adalah salah satu dari sedikit orang yang selamat dari kecelakaan pesawat di Munich 6 Februari 1958. Hanya beberapa saat setelah kecelakaan, mendapati dirinya hanya cidera ringan Gregg berlari kembali ke puing2 reruntuhan pesawat; berhasil menyelamatkan bayi berumur 20 bulan, seorang wanita hamil, dan Sir Matt Busby!

Ruud Van Nistelrooy:

Ruud Van Nistelrooy adalah mesin gol yang sangat produktif dimanapun ia bermain. Ia pertama kali menarik perhatian klub2 besar termasuk Manchester United ketika mencetak 60 gol dalam 2 musim di Liga Belanda bersama PSV Eindhoven. Meskipun akhirnya setuju bergabung dengan United, Sir Alex Ferguson harus bersabar mendapatkannya. Sedemikian inginnya Sir Alex mendapatkan Ruud, ia terus melakukan kontak selama setahun ketika Ruud mengalami cidera dalam latihan dengan PSV. Ketika United menawar Ruud secara resmi bulan April 2000, ia malah gagal dalam tes fisik karena cidera yang dideritanya. Ruud akhirnya menandatangani kontraknya dengan United 23 April 2001 dengan transfer senilai £19 juta.

Paul McGrath:

Paul McGrath lahir di Ealing, London, namun sejak kecil tinggal di Irlandia. Ia pertama kali memulai karirnya sebagai pemain semi-profesional pada usia 20 tahun di klub kecil Dun Laoghaire. Bakatnya baru mulai diperhatikan klub2 daratan Inggris sejak ia bermain untuk St. Patrick’s Athletic di Dublin, Irlandia. Salah satu dari pencari bakat yang tertarik dengannya adalah mantan pencari bakat United Billy Behan yang kemudian menginformasikan temuannya kepada manajer United saat itu, Ron Atkinson. McGrath akhirnya resmi bergabung dengan United pada bulan April 1982 dengan transfer senilai £30.000, disebut2 sebagai salah satu pembelian terbaik yang pernah dilakukan Atkinson.

Tommy Talyor:

Tommy Taylor sering dianggap oleh orang2 yang pernah menyaksikannya sebagai penyerang terhebat yang pernah tampil untuk Manchester United dan Inggris. Statistik gol yang dibuatnya sangat menakjubkan. Dari 191 kali tampil untuk United Taylor berhasil mencetak 131 gol. Dari 19 kali tampil untuk tim nasional Inggris ia mencetak 16 gol. Itu berarti selama karirnya rata2 Taylor mencetak 2 gol setiap 3 pertandingan. Rekor luar biasa yang sampai saat ini belum terpecahkan oleh pemain manapun di dunia. Bahkan legenda Spanyol dan Real Madrid Alfredo Di Stefano pun menjulukinya “El Magnifico”.

Eric Cantona:

“Le Roi”, “Le Dieu”, “The King”, “The God”, “Sang Raja”, “Sang Dewa”. Apapun julukannya, penyerang kelahiran Perancis ini seolah ditakdirkan untuk bermain dan menjadi legenda Manchester United.
Pemain yang di Perancis dijuluki “Enfant Terrible” atau “Si Anak Nakal” ini sempat secara mengejutkan mengumumkan “pensiun” pada usia 25 tahun setelah sukses menjuarai Liga Perancis 1991 bersama Marseille. Hanya beberapa saat kemudian ia ditemukan tengah melakukan trial di Sheffield Wednesday oleh Howard Wilkinson yang kemudian membawanya ke Leeds United. Pada musim perdananya Cantona sukses membawa Leeds United menjuarai Liga Inggris 1991/92. Awal musim 1992/93 Cantona mencetak hat-trick pada pertandingan Community Shield melawan Liverpool. Sangat mengherankan 6 bulan kemudian bos2 Leeds menyetujui tawaran Alex Ferguson untuk membelinya, senilai “hanya” 1,2 juta Poundsterling!

Duncan Edwards:

Duncan Edwards meninggal dalam kecelakaan pesawat di Munich 6 Februari 1958 pada usia 21 tahun, menyebabkan pemain muda berbakat yang dijuluki “pemain paling lengkap di daratan Inggris - bahkan mungkin di dunia” oleh Sir Matt Busby ini tidak pernah punya kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Joe Cassidy:

Seperti Eric Cantona pada musim 1992/93, kedatangan Joe Cassidy tahun 1983 adalah pembelian di tengah musim yang terbukti krusial. Perbedaannya, bila “King” Eric membantu Alex Ferguson menjuarai Liga Inggris, striker Skotlandia ini datang menyelamatkan United -yang pada saat itu masih memakai nama “Newton Heath”- dari jurang degradasi. Setelah tugasnya selesai, Cassidy kembali membela Celtic selama 2 tahun sebelum bergabung kembali dengan Newton Heath tahun 1895.

sumber: dari berbagai sumber blog Manchester United
picture by :google